Situs Sabung ayam

situs judi online

text berjalan

SELAMAT DATANG DI HEPI8, SITUS TERBAIK DAN TERPERCAYA DI INDONESIA, MINIMAL DEPOSIT 10,000 MINIMAL WD 50,OOO DEPO PULSA , OVO, GOPAY, LINK AJA, DANA , DAN LAIN LAIN

Friday, April 2, 2021

Ulang Tahun Ke-25, Lucio Cecchinello Cerita Sejarah LCR Honda

Salah satu tim satelit paling bergengsi di MotoGP yaitu LCR Team, atau yang lebih dikenal dengan LCR Honda memperingati ulang tahun ke-25 pada tanggal 31 Maret 2021. Kepada Corsedimoto, sang pemilik sekaligus sang manajer, Lucio Cecchinello, slot game online menceritakan sedikit sejarah dari timnya.

LCR Team, atau Lucio Cecchinello Racing Team, dibentuk pada 1996 oleh Cecchinello sendiri, yang kala itu masih aktif menjadi pembalap di kelas 125cc. Kiprah Cecchinello mengelola tim ini pun sampai sekarang masih sangat dihormati dan disegani oleh banyak penghuni paddock MotoGP, karena ia merintisnya sebagai pemilik, manajer, sekaligus pembalapnya sendiri.

Cecchinello pun mengaku niatannya membentuk tim ini diakibatkan keterpaksaan, karena ia tak mendapatkan lampu hijau dari Carlo Pernat, pengamat MotoGP, yang pada era 1990an menjadi Direktur Balap Aprilia Racing. Pernat kala itu membawahi beberapa tim, namun ia tak bisa memberikan tempat bagi Cecchinello, karena slot terakhir disediakan untuk Valentino Rossi pada 1996.

Gara-Gara Tak Dapat Tempat di Aprilia
"Bisa dibilang Carlo memaksa saya," ujarnya sembari tertawa. "Saya tiba di Grand Prix pada 1993, dan saya berusia 23 tahun. Singkatnya, terlambat. Usai dua tahun dengan motor privat, sulit meraih poin, saya pun kembali ke Kejuaraan Eropa 125 bersama Team Pileri pada 1995. Saya pun jadi juara, namun saya sudah berusia 25 tahun, jadi pada dasarnya sudah tua."

Usai mengunci gelar juara Eropa, Cecchinello menemui Pernat di gelaran pameran motor bergengsi EICMA, yang biasa digelar di Milan, Italia. Di sana, Cecchinello menawarkan diri untuk kembali ke GP125, namun Pernat mengatakan padanya bahwa tak ada lagi tempat untuk Cecchinello di Aprilia. Alhasil, ia memutuskan membentuk tim sendiri daftar slot game.

"Saya tak punya rasa dengki pada Carlo, ia selalu mengatur ketertarikan Aprilia dengan cara yang sangat baik. Kala itu, ia juga punya ketertarikan untuk melakukan investasi pada anak muda yang finis ketiga di belakang saya dalam Kejuaraan Eropa 1995, yakni Vale, yang kala itu masih berusia 16 tahun," lanjut Cecchinello. daftar slot game


Pernah Berlaga di GP125, GP250, dan MotoGP
Bekerja sama dengan Honda, Cecchinello pun turun sebagai pembalap dari timnya sendiri di GP125 1996 dan 1997. Pada 1998, ia pun menggaet Noboru 'Nobby' Ueda, runner up 1994 dan 1997, sebagai tandemnya selama tiga musim. Pada 2002, tim ini melebarkan sayapnya ke kelas GP250, menaungi Casey Stoner.

,Cecchinello memutuskan pensiun balapan pada tahun 2004, dan sepenuhnya fokus pada daftar game online perannya sebagai pemilik dan manajer tim. Pada 2005, LCR Team kembali menggaet Stoner, dan merebut gelar runner up di GP250. Ide untuk turun di MotoGP pada 2006 pun tercetus, dan mereka berlaga dengan Stoner lagi, walau berpisah pada 2007.


Semua Berkat Peran Ganda di Era 1990an
"Mengatur dua hal sekaligus membuat energi saya benar-benar terkuras, namun berat peran ganda ini saya juga berada di posisi yang sekarang. Sudah 25 tahun berlalu, rasanya mustahil bagi saya. Ini konfirmasi bahwa MotoGP berlalu cepat pula. Ini sebuah kebanggaan, seperempat abad berada di lingkungan yang saya cintai adalah hal yang magis," ungkap pria berusia 51 tahun ini.

Kini LCR Team pun tak hanya turun di MotoGP, melainkan juga MotoE. Lewat rilis resmi tim pada Rabu (31/3/2021), Cecchinello pun mengucapkan terima kasih kepada semua sosok dan pihak yang pernah memberikan kontribusi besar kepada timnya selama ini.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian dari keluarga LCR: pembalap, teknisi, tim hospitality, staf manajemen, sponsor, dan rekan kerja sama. Mereka telah berkontribusi pada kesuksesan, perkembangan, dan keberlanjutan kami. Bersama-sama, kami sudah melewati jalan yang panjang," ungkapnya.

Selama di MotoGP, LCR Honda telah mengoleksi 15 podium dan tiga kemenangan. Kini, mereka menaungi juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019, Alex Marquez, serta rider berpengalaman asal Jepang, Takaaki Nakagami. Cecchinello pun yakin, timnya bisa sesukses ini berkat pengalamannya memegang dua peranan sekaligus pada era 1990an.







Aramco Racing Team VR46, Tim Balap Valentino Rossi di MotoGP 2022

MotoGP agent game online :Valentino Rossi dipastikan memiliki tim balap sendiri di kejuaraan dunia MotoGP akhirnya terwujud.  Tim tersebut ...